Kamis, 07 April 2016

Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di bidang Industri

A. Definisi

Keselamatan Dan Kesehatan Kerja adalah bagian dari sistem manjemen secara keseluruhan yang meliputi struktur organisasi, tanggung jawab, pelaksanaan, prosedur, proses dan sumber daya yang dibutuhkan bagi pengembangan, penerapan, pencapaian, pengkajian dan pemeliharaan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja dalam rangka pengendalian risiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja guna terciptanya tempat kerja yang aman, efisien, dan efektif. 

B. Tujuan Dan Sasaran K3
Menciptakan suatu sistim keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja dengan melibatkan unsur manajemen, tenaga kerja, kondisi dan lingkungan kerja yang terintegrasi dalam rangka mencegah dan mengurangi kecelakaan dan penyakit akibat kerja serta terciptanya tempat kerja yang aman, efisien, dan efektif.

Sebagai mana yang telah tercantum didalam Undang Undang No. 1 Tahun 1970
Tentang : Keselamatan Kerja
  1. Setiap tenaga kerja berhak mendapat perlindungan atas keselamatannya dalam melakukan pekerjaan untuk kesejahteraan hidup dan meningkatkan produksi serta produktivitas Nasional
  2. Setiap orang lainnya yang berada di tempat kerja perlu terjamin pula keselamatannya
  3. Sahwa setiap sumber produksi perlu dipakai dan dipergunakan secara aman dan effisien
  4. Bahwa berhubung dengan itu perlu diadakan segala daya-upaya untuk membina norma-norma perlindungan kerja
  5. Bahwa pembinaan norma-norma itu perlu diwujudkan dalam Undang-undang yang memuat ketentuan-ketentuan umum tentang keselamatan kerja yang sesuai dengan perkembangan masyarakat, industrialisasi, teknik dan teknologi.
C. Rambu - rambu keselamatan kerja
1. Larangan

Gambar lingkaran dengan diagonal berwarna merah di atas putih. Rambu-rambu tersebut berarti suatu larangan. Contoh: sebatang rokok sedang menyala dengan warna hitam, berarti larangan merokok.
2. Perintah 
Gambar putih di atas biru mempunyai arti suatu perintah, contoh :
  • Safety Helmets
  Berfungsi sebagai pelindung kepala dari benda yang bisa mengenai kepala secara langsung.
  •  Tali Keselamatan (safety belt)
Berfungsi sebagai alat pengaman ketika menggunakan alat transportasi ataupun peralatan lain yang serupa (mobil,pesawat, alat berat, dan lain-lain).
  •  Sepatu Karet (sepatu boot)
Berfungsi sebagai alat pengaman saat bekerja di tempat yang becek ataupun berlumpur. Kebanyakan di lapisi dengan metal untuk melindungi kaki dari benda tajam atau berat, benda panas, cairan kimia, dsb.
  • Sepatu pelindung (safety shoes)
Seperti sepatu biasa, tapi dari bahan kulit dilapisi metal dengan sol dari karet tebal dan kuat. Berfungsi untuk mencegah kecelakaan fatal yang menimpa kaki karena tertimpa benda tajam atau berat, benda panas, cairan kimia, dsb.
  • Sarung Tangan
Berfungsi sebagai alat pelindung tangan pada saat bekerja di tempat atau situasi yang dapat mengakibatkan cedera tangan. Bahan dan bentuk sarung tangan di sesuaikan dengan fungsi masing-masing pekerjaan.
  • Tali Pengaman (Safety Harness)
Berfungsi sebagai pengaman saat bekerja di ketinggian. Diwajibkan menggunakan alat ini di ketinggian lebih dari 1,8 meter.
  • Penutup Telinga (Ear Plug / Ear Muff)
Berfungsi sebagai pelindung telinga pada saat bekerja di tempat yang bising.
  • Kaca Mata Pengaman (Safety Glasses)
                   Berfungsi sebagai pelindung mata ketika bekerja (misalnya mengelas).
  • Masker (Respirator)
 
      Berfungsi sebagai penyaring udara yang dihirup saat bekerja di tempat dengan kualitas udaraburuk (misal berdebu, beracun, dsb). 
  • Pelindung wajah (Face Shield)
         Berfungsi sebagai pelindung wajah dari percikan benda asing saat bekerja ( misal pekerjaan menggerinda ).
  • Jas Hujan (Rain Coat)
                  Berfungsi melindungi dari percikan air saat bekerja ( tanda bekerja pada waktu hujan atau sedang mencuci alat ).
3. Peringatan
Tanda peringatan ini berbentuk segitiga dengan warna hitam diatas putih.
4. Pemberitahuan
Tanda/petunjuk ini berbentuk segi empat dengan gambar sebuah palang tengah-tengah warna putih di atas hijau. Rambu-rambu Ini berarti tempat untuk memberikan pertolongan pada waktu terjadi kecelakaan atau PPPK.
D. Akibat yang ditimbulkan apabila mengindahkan K3 di atas
Kecelakaan kerja tidak terjadi begitu saja, kecelakaan terjadi karena tindakan yang salah atau kondisi yang tidak aman. Kelalaian sebagai sebab kecelakaan merupakan nilai tersendiri dari teknik keselamatan. Hal tersebut menunjukkan cara yang lebih baik selamat untuk menghilangkan kondisi kelalaian dan memperbaiki kesadaran mengenai keselamatan setiap karyawan pabrik. Dari hasil analisa kebanyakan kecelakaan biasanya terjadi karena mereka lalai ataupun kondisi kerja yang kurang aman.
Di dalam menganalisa pekerjaan seorang pekerja, teknisi keselamatan dapat mengantisipasi kemungkinan kesukaran dan ketergantungan di dalam bekerja. Sebagai contoh, jika analisanya dapat berjalan dengan lancar untuk menjalankan roda gigi dan memakai tangannya tanpa kesukaran, menunjukkan bahwa ia mampu mengoperasikan mesin dengan baik meskipun mesin tadi dapat ditinggal-tinggal.
Dengan cara yang sama bahwa analisa metode suatu pekerjaan terhadap elemen-elemennya untuk menganalisa gerak individu dan waktu masing-masing, atau dengan cara yang sama menyelidiki analisa seperti aspek-aspek suatu tingkatan pekerjaan, tanggung jawab dan juga pelatihan, analisa keselamatan juga melihat tugas dari seorang operator untuk menghindari terjadinya kecelakaan.
Sebelum menyelesaikan suatu studi kasus, analisa keselamatan harus bisa menentukan, tujuan setiap pekerjaan. Jika fakta-fakta tersebut ditentukan sebelumnya, seleksi dan penempatan, kedua perusahaan dan pekerja mendapatkan keuntungan.
E. Penyelidikan Terhadap Kecelakaa
Walaupun analisa keselamatan kerja dan penyelidikan terhadap pabrik dapat mencegah kecelakaan, beberapa kecelakaan masih akan terjadi sebagai bukti kekurangan dari manusia. Ketika kecelakaan terjadi, melalui penyelidikan mungkin akan mendeteksi bahaya yang sering terjadi dan sebagai koreksi pekerjaan dalam suatu pabrik, kegagalan penyelidikan dapat mengakibatkan kecelakan yang fatal hingga menimbulkan kematian.
Tanpa alasan penyelidikan kecelakaan seharusnya direncanakan dengan menunjukkan bagian pekerjaan ini yang salah dalam bekerja. Tujuan penyelidikan adalah memberikan fakta-fakta agar kecelakaan tidak terulang kembali. Lebih baik memberi peringatan daripada setelah terjadinya suatu kecelakaan,Dan kenyataan bahwa kecelakaan tidak terjadi selama beberapa kecelakaan yang ada, tidak menjamin bahwa kecelakan itu tidak mungkin terjadi lagi.
F. Pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Tujuan pendidikan keselamatan dan kesehatan kerja adalah mencegah terjadinya kecelakaan. Cara efektif untuk mencegah terjadinya kecelakaan, harus diambil tindakan yang tepat terhadap tenaga kerja dan perlengkapan, agar tenaga kerja memiliki konsep keselamatan dan kesehatan kerja demi mencegah terjadinya kecelakaan
G. Tujuan pelatihan

Agar tenaga kerja memiliki pengetahuan dan kemampuan mencegah kecelakaan kerja, mengembangkan konsep dan kebiasaan pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja, memahami ancaman bahaya yang ada di tempat kerja dan menggunakan langkah pencegahan kecelakaan kerja.

Rabu, 28 Oktober 2015

METODOLOGI PENELITIAN



METODOLOGI PENELITIAN


Penulisan di blog ini bertujuan untuk memberikan informasi dan menambah wawasan kepada pembaca mengenai metode penelitian.  Selain itu untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah softskill yaitu Metodologi Penelitian.
Mungkin sudah banyak artikel-artikel yang membahas tentang “Metodologi Penelitian” . Tetapi disini saya ingin merangkum dari buku dan beberapa artikel yang sudah saya baca.
            Sebelum kita masuk ke dalam metodologi penelitian saya ingin memberi pemahaman dimana penelitian itu dilakukan karena rasa ingin tahu manusia, untuk mencari sebuah kebenaran dan kesempurnaan. Untuk memenuhi rasa ingin tahu tersebut, maka dilakukanlah sebuah riset atau penelitian, lalu untuk melakukan penelitian yang baik dan benar kita mempelajari metodologi penelitian agar penelitian yang kita lakukan tepat, baik, sistematis dan dapat di pertanggung jawabkan kebenarannya.

A.Pengertian Metodologi Penelitian

Metodologi penelitian berasal dari kata “metode” yang artinya cara yang tepat untuk melakukan sesuatu; dan “logos” yang artinya ilmu atau pengetahuan.
Ø  Metodologi adalah cara melakukan sesuatu dengan menggunakan pikiran secara saksama untuk mencapai suatu tujuan.

Secara etimologi, penelitian berasal dari bahasa Inggris research (“re” berarti kembali dan “search” berarti mencari). Dengan demikian research berarti mencari kembali. Penelitian adalah suatu kegiatan yang dilaksanakan dengan suatu sistematika.
Ø  Penelitian adalah suatu kegiatan untuk mencari, mencatat, merumuskan dan menganalisis sampai menyusun  laporannya.

Jadi secara garis besar Metodologi Penelitian dapat di artikan “Ilmu yang mempelajari cara-cara melakukan pengamatan dengan pemikiran yang tepat secara terpadu melalui tahapan-tahapan yang disusun secara ilmiah untuk mencari, menyusun serta menganalisa dan menyimpulkan data-data , sehingga dapat dipergunakan untuk menemukan,mengembangkan lalu menguji kebenaran suatu pengetahuan”

B.Manfaat Mempelajari Metodologi Penelitian

Ø  Mengetahui arti penting riset; sehingga keputusan-keputusan yang dibuat dalam hidup sehari-hari mungkin didasarkan atas hasil riset, baik di dalam memecahkan sebuah persoalan maupun hal-hal baru.
Ø  Dapat melakukan kegiatan pengamatan dengan cara yang tepat, sistematis serta terpadu.
Ø  Dapat menyusun laporan / tulisan/ karya ilmiah baik dalam bentuk paper, skripsi, thesis maupun disertasi.
Ø  Dapat menilai hasil-hasil penelitian yang sudah ada, yaitu untuk mengukur sampai seberapa jauh suatu hasil penelitian dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya.
Ø  Dapat mengembangkan sesuatu yang di teliti dengan menggunakan data yang ada untuk kepentingan dimasa yang akan datang.


C.Jenis-jenis penelitian :

Ditinjau dari berbagai segi, penelitian digolongkan sebagai berikut:
          
Dasar Penggolongan
Jenis-jenis Penelitian
Menurut Bidangnya
Penelitian pendidikan.
Penelitian pertanian.
Penelitian hokum.
Penelitian ekonomi
Penelitian agama
Menurut Tempatnya
Penelitian laboraturium
Penelitian perpustakaan
Penelitian kancah
Menurut Pemakaiannya
Penelitian murni (dasar)
Penelitian terapan (terpakai)
Menurut Tujuan Umumnya
Penelitian eksploratif
Penelitian developmental
Penelitian verifikatif
Menurut Tarafnya
Penelitian deskriptif
Penelitian inferesial
Menurut Proses Berlangsungnya Prosedur Penelitian
Penelitian historis dokumenter
Penelitian eksperimentil
Menurut Aktivitas yang Dilakukan
Penelitian penemuan fakta
Penelitian interpretasi kritis
Penelitian lengkap


D.Tahapan Proses Penelitian
     
 Di dalam sebuah penelitian kita harus melakukan dengan tahapan-tahapan yang sistematis. Proses tersebut juga harus bersifat analistis dan terkendali. Konsep-konsep penelitian perlu diuraikan atas indikator-indikator empiris yang terukur. Untuk mengendalikan penelitian, maka diperlukan adanya hipotesis-hipotesis yang merupakan jawaban sementara memungkinkan peneliti untuk mencari penjelasan-penjelasan yang lebih terhadap hasil penelitian.

Diagram alur penelitian :

 
E. Research Project Statement
             
 Suatu pernyataan tentang proyek penelitian dinamakan Usul Proyek Penelitian ( Research Project Proposal, Research Project Statement). Ini diperlukan untuk mendapatkan persetujuan atau untuk memperoleh pembiayaan.
            Usul Proyek Penelitian ( UPP ) berasal dari calon pelaksana penelitian yang dikirimkan kepada calon sponsor untuk mendpatkan persetujuan atau pembiayaan. Sebaliknya usul barangkali diajukan oleh pihak sponsor. Usul ini disebut Pegangan Pokok Penelitian ( term of reference ); disingkat 3P.
            Suatu project statement memuat hal-hal berikut :
1.      Judul atau topik proyek tersebut ; dirumuskan dengan jelas dan singkat.
2.      Tujuan dan  kegunaan proyek serta ruang lingkup persoalan yang akan dicakup. Persoalannya dirumuskan, kalau mungkin dalam bentuk hipotesa-hipotesa.
3.      Research Design serta metode pengumupulan data.
4.      Waktu penelitian ( periode yang dicakup, kapan mulai dan kapan berakhir ).
5.      Organisasi penelitian dan personalia yang bertanggung jawab dalam pelaksanaannya.
6.      Anggaran biaya, diperinci menurut pos-pos yang penting.
7.      Institut atau lembaga yang akan melaksanakan proyek.

F. Teknik Pengumpulan Data
            
   Riset merupakan aktivitas ilmiah yang sistematis, terarah dan bertujuan . Maka data atau informasi yang dikumpulkan harus relevan dengan persoalan yang dihadapi , artinya data itu berkaitan, mengena dan tepat .
            Untuk mengumpulkan data dapat dipergunakan cara:
·         Metode survei
·         Metode observasi
·         Metode eksperimen
·         Metode interviu

 Sumber : Drs.Marzuki. 2000. Metodologi Riset. Yogyakarta. BPFE-UII